Kalau kambuh kata papa rasanya perih dan panas.
Naa... kalo udah kumat gitu, mama bikinin ramuan ini deh (atas sarannya om Adin).
Alhamdulillah, biasanya pasti manjur !!!
Sayur bayam (Spinach) memang sehat karena selain kaya serat juga sebagai sumber zat besi alami yang sangat mudah diperoleh dan dikonsumsi.
Tapi ternyata tak selamanya sayur bayam itu menyehatkan kita, tapi juga bisa memberikan efek negatif bila kita tidak mengetahui pengetahuan tentang si Bayam ini. Coba perhatikan dan diingat-ingat informasi yang diperoleh dari majalah Femina berikut ini :
Sayur bayam yang telah dimasak sebaiknya TIDAK DIPANASKAN LAGI.
Kenapa ??
Karena proses pemanasan berulang dikhawatirkan akan memacu terbentuknya senyawa BERACUN dalam saluran pencernaan yang dapat mengganggu sistem pengangkutan oksigen dalam darah.
Karenanya masak sayur bayam sebaiknya dalam porsi secukupnya saja dan tidak berlebihan.
Hindari pula mengonsumsi sayur bayam yang telah dimasak lebih dari 6 jam, karena senyawa beracun akan terbentuk selama penyimpanan.
Perubahan warna sayur yang menjadi kecoklatan juga akan terjadi akibat reaksi oksidasi zat besi yang terkandung di dalam bayam.

Empat tahun yang lalu Lintang kena demam berdarah (DBD) sepulangnya dari study tour ke Bogor bersama sekolahnya.
Kali ini Hudi juga kena DBD. Kok ya sama, kejadiannya setelah pulang study tour ke Bandung dengan sekolahnya.... emang nyamuk2 DBD itu kebetulan juga pada ikut study tour kali yeee *ga penting*
Hudi di rawat di RS selama 8 hari. Selama 4 hari pertama panasnya sekitar 40 derajat celcius. Kadang suhunya turun setelah diberi obat turun panas. Tapi kadang karena suhunya ga turun2, Hudi diberi obat turun panas yg lewat anus.
Itupun juga musti dibantu dengan kompres air hangat.
Kalau suhunya ga turun2, Hudi tidur sampai ngigo2 (mengigau) gitu... ga jelas yang diomongin apa... jadi error gitu. Yang paling mama takut itu kalau tiba2 bola matanya tiba putih dan pupilnya mengecil keatas... kayak orang step. Untung ga pake kejang2... kalo udah gitu pipi Hudi mama tepuk2... istighfar...trus panggil suster...
Sempet juga Hudi pingsan di kamar mandi ... ga sadar. Untung mama nungguin... abis gitu ga boleh lagi ke kamar mandi, pipisnya pake pipot aja.
Hmm... karna yang diminum banyak, ya otomatis bolak balik musti ambil pispot buat Hudi deh.... Bocor... abis minum, pipis mulu... bisa sampe 1/2 ltr tiap abis pipis.
Yang musti diperhatikan saat kena DBD itu jangan sampai terjadi pendarahan. Karna kalo sampe terjadi pendarahan musti transfusi darah (trombosit). Makanya... pasien DBD ga boleh sikat gigi, cukup kumur2 aja.... karna kalo sampai terjadi pendarahan di gusi akan fatal akibatnya.
Pasien DBD juga musti makan yang lunak2. Ini juga untuk mencegah jangan sampai terjadi pendarahan di usus dan bagian pencernaan lainnya.
Umumnya pasien demam berdarah pada kulitnya timbul bintik2 merah. Biasanya di tangan, kaki, belakang telinga dan bagian perut. Tapi Hudi keluar bintik2 merahnya pada hari ke 5 (pd hari ke 8 ini, bintik2 nya masih banyak terutama pada bagian kaki).
Salah satu ciri pasien DBD adalah rendahnya trombosit dalam darah. Hasil cek darah Hudi saat masuk RS masih 150rb kemudian berangsur2 menjadi 126rb - 83rb - 53rb - 40rb - 62rb - 117rb (pd level ini Hudi boleh pulang).
Selain infus dan obat2 dari dokter, pasien DBD juga sangat memerlukan asupan lain yang biasanya musti dibuat/dibawa sendiri. Asupan ini sangat membantu menaikkan kadar trombosit dalam darah dan mempercepat proses kesembuhan. Contohnya :
1. JUS JAMBU MERAH. Buat jus seperti biasa dan saring supaya bijinya terpisah.
2. JUS KURMA. Dibuat dari 100 gram kurma tanpa biji yang diblender bersama 1 gelas air.
3. ANGKAK : Dibuat dari 2 sdm angkak yg direbus dengan 2 gelas air. Masak hingga airnya tinggal 1 gelas.
4. Susu Bearbrand
5. Pocari sweat.
Semua larutan diatas harus diminum sesering mungkin.
Sebetulnya, ada masukan untuk memakai obat cina yang namanya Siantan. Kabarnya obat ini juga sangat ampuh untuk pasien DBD. Tapi karna ga jelas ingredientnya, asli atau enggak... kok aku lebih pilih yang alami aja... seperti contoh2 asupan diatas.
Alhamdulillah... hari ini Hudi sudah boleh pulang.
Source Foto : Wikipedia
Istilah osteoporosis pertama kali diungkapkan oleh seorang patologis bernama Jean Georgeos Lobstein pada tahun 1929 di Strasbourg, Perancis. Dia menyebut osteoporosis untuk penyakit ini karena bentuk tulang penderitanya berpori-pori atau berlubang.
Osteo berarti tulang, porosis artinya berpori atau berlubang. Akibat kurangnya kalsium yang terdapat dalam tulang.
Kalsium memang mempunyai andil besar untuk membangun dan mempertahankan kekuatan tulang dan gigi, termasuk berguna untuk membantu mengatur detak jantung, pertumbuhan otot, mencegah pengumpalan darah dan sebagainya. Selain itu, tubuh juga akan mencuri cadangan kalsium yang dibutuhkan tulang. Hal inilah yang menyebabkan tulang kehilangan kepadatan dan kekuatannya sehingga mudah retak bahkan patah.
Kendati osteoporosis adalah penyakit degeneratif dan normalnya baru muncul setelah berusia di atas 45 tahun. Tapi, penyakit ini bisa menyerang kaum muda yang gaya hidupnya tidak sehat, seperti merokok, malas berolahraga, minum kopi dalam dosis berlebihan yang menyebabkan kurangnya penyerapan kalsium ke dalam tulang.
Namun, kalsium saja tidak cukup untuk mencegah keropos tulang. Hal ini karena struktur tulang yang terbentuk dari komposisi kalsium dan fosfor berbanding 2:1, terbagi menjadi tulang bagian dalam dan bagian luar. Dan yang paling utama membentuk tulang adalah sumsum bagian dalam sebesar 70%.
Bagian inilah yang oleh kalsium akan dikeraskan untuk membentuk tulang bagian luar.Karenanya, kekuatan tulang seseorang tergantung dari tulang bagian dalamnya. Tak heran, bila keropos tulang tidak bisa dideteksi oleh rontgen jika kerusakannya belum mencapai 30%, karena yang keropos lebih dulu ada bagian dalamnya yang masih terbungkus rapi dengan tulang luar.
Orang selama ini hanya tahu bahwa untuk mencegah keropos tulang cukup dengan kalsium. Padahal, kalsium hanya menguatkan tulang bagian luar saja. Sedangkan bagian penting adalah bagian dalam tulang yang akan menentukan kekuatan tulang bagian luar yang dibentuk oleh zat yang bernama hydroxyapatite, yaitu zat yang komponennya sama dengan komponen tulang dan lapisan keras mamalia .
Hydroxyapatite, adalah makan untuk tulang, yang berasal dari tulang binatang seperti ayam, kuda, sapi, atau kambing. Secara logika, memang makanan yang tepat untuk tulang adalah tulang. Karena itu, mengkomsumsi cakar ayam yang banyak mengandung hydroxyapatite secara alami dapat memelihara kekuatan tulang.
Selain itu, susu juga merupakan asset paling berharga untuk tulang.
Susu yang banyak mengandung kalsium akan membantu pembentukan tulang kembali dan memperlambat hilangnya massa tulang. Para ahli mengatakan, tiga gelas susu perhari sudah cukup karena kebutuhan tubuh akan kalsium sekitar 1000-1500mg/ hari. Namun, harap diingat, tubuh tidak bisa menuyerap kalsium tanpa adanya vitamin D.
Kendati tidak ada satu buktipun yang menyatakan bahwa olahraga saja dapat menggantikan massa tulang yang hilang akibat turunnya hormon estrogen akibat menopouse untuk wanita, dan penurunan hormon androgen untuk pria yang mengalami andropouse.
Tapi, penelitian menyatakan, olahraga yang dikombinasikan dengan obat- obatan memiliki
manfaat yang besar untuk menstabilkan hilangnya massa tulang.
Olahraga yang tepat adalah jalan kaki, karena merupakan gerakan yang mengkombinasikan rangsangan mekanik pada tulang belakang dan tulang gerak, serta kontraksi intermiten otot-otot belakang. Latihan yang disarankan adalah jalan kaki cepat disertai ayunan kedua lengan, selama 30 menit perhari.Sedangkan latihan fisik untuk otot-otot belakang bertujuan memperkuat otot-otot yang melekat pada tulang belakang. Kontraksi otot akan merangsang pembentukan tulang dan mengurangi resorspi. Untuk hasil yang baik, latihan fisik harus dinamis dan berulang-ulang.
Akhirnya papa minta dianter ke klinik terdekat, disini dikasih analgesic utk mengurangi rasa sakitnya. Tapi ternyata ga mempan, dokter di klinik ini hands up dan menyarankan untuk dibawa ke RS terdekat. Dengan ambulance (sopir ambulance nya dicari ga ada, akhirnya ga tau siapa jadi supirnya), papa dibawa ke RS Kasih Ibu di Kedonganan. Alhamdulillah disini papa langsung ditangani oleh Dr Agus Somia SpPd dan (kata mas Khadafi) diberi suntikan sejenis morfin utk mengurangi rasa sakitnya. Tindakan pertama Dr Agus ini tepat banget (sampai sekarang aku msh bersyukur dg tindakan cerdas beliau), yaitu cek darah utk liat kadar Amilase dan Lipase nya. Ternyata..... sungguh dahsyat, Amilase nya 6983 (Prodia, skala normal 13-53) dan Lipase nya mencapai 14388,8 (normalnya kurang atau sama dg 60). Aaaaaaaarrrrrrggh....... papaaa.... gimana ga kesakitan dg kondisi seperti itu (duh, mama jadi mules deh kalo inget ini)... sedih, bingung, takut dan cuma bisa nyebut
Astagfirullah.... Mohon ampunanNya... mohon padaNya agar papa dijauhkan dr rasa sakit seperti ini..... Dr Agus bilang... sebagai gambaran, rasa sakitnya seperti orang melahirkan 10 kali pada saat bersamaan... hwaaaaa... mama aja cuma 4 kali itupun tdk dlm wkt bersamaan :(
FYI, Amilase & Lipase adalah enzim yang dikeluarkan oleh kelenjar Pankreas, yang bertugas untuk mencerna makanan (khususnya protein dan lemak) bila ada intake/makanan yg masuk ke perut kita. Nah saat papa kena serangan, dengan tingkat Amilase Lipase yg sgt tinggi (over produksi), otomatis banjir enzim tsb di rongga perutnya.... ga cuma di pankreasnya aja yg terendam tapi juga di lambungnya...bahkan juga sudah sempat, paru2 nya kerendam juga. Bayangin aja, semua organ tubuh didalam perut itu kan terbuat dari protein.... jadi enzim yg over produksi itu seperti "jeruk makan jeruk", dia mencerna organ2 itu sendiri...... dan ini yang membuat peradangan dimana2.
Tindakan dokter selanjutnya adalah mempuasakan papa agar tidak ada intake yg masuk yg otomatis tidak akan menrangsang keluarnya enzim2 tsb.
Jum'at sore papa dipindah ke RS Kasih Ibu yg ada di Teuku Umar karna disini alatnya lebih lengkap. Untung ada sepupuku, Riris yg kemudian handle semuanya sementara aku sama Mayang (my daughter) baru Sabtu besok bisa terbang kesana.
Di RS Kasih Ibu, Jl Teuku Umar, Denpasar.
Papa langsung masuk ICU, ditangani oleh Dr Agus Somia SpPd, Dr Alex Suranadi (anestesi) dan Dr Yoga (bedah digestive). Disini papa langsung di anestesi/bius lokal (karna udah ga mempan lagi kalo cuma dikasih analgesic utk mengurangi rasa sakitnya). Anestesinya pake Epidural (dipasang di tulang belakang dan disuntik tiap 8 jam sekali). Epidural ini biasa dipake utk bedah caesar waktu melahirkan). Itu masih ditambah lagi dengan anestesi yg slow release, yang keluar 2,5 cc/jam (namanya Fenthanyl). Kalo yang Fenthanyl dipasang di suatu alat yg otomatis, dari sini keluar sedikit2 langsung masuk ke selang infus yg dipasang ke dada (masuk via kateter langsung ke jantung).
Cairan yang masuk ke infus yg di dada ini ada 3 macam, Fenthanyl, antibiotik dan nutrisi (Clinimix). Di ICU selama 4 hari (mama baru dateng hari ke 2/sabtu papa di ICU). Duh.... banyak banget selang2 yg nempel di tubuh papa. Selain infus yg ada di dada dan epidural di tulang belakang,msh ada kabel2 utk EKG yg memonitor jantung, denyut nadi papa, trus di hidung ada selang oksigen dan sonde yg masuk ke lambung utk keluarin isi lambung papa.... (yg keluar di hari2 pertama warnanya ijo kayak lumut2 gitu) trus ada lagi yg kayak jepitan jemuran yg nempel di telunjuk papa (ini utk apa ya?) dan kateter yg dipasang utk pipis papa........duuuh pa, sedih liat papa tdk berdaya spt itu :(
Waktu papa udah dipindah ke recovery room, selang2 itu juga masih nempel semua. Karna efek anestesi (epidural & fenthanyl) yg masuk ke tubuh papa yg terus menerus rupanya ada efek sampingnya... papa kalo terbangun suka bingung, parno dan berhalusinasi.... bahkan pernah nyabutin selang sondenya sendiri... trus tanya... papa ini dimana... kenapa ada disini...papa udah mati yaa..... hwaaaaaa.... bikin mama sama Mayang nangis ga keruan...
Kondisi papa mulai menunjukkan kesembuhan, amilase/lipase nya sdh turun cukup banyak (udh 300an), hasil USG abdomen dan CT Scan jg bagus walaupun hasil rontgen paru msh terlihat adanya cairan. Papa juga udah mulai dikasih Entrasol (makanan cair). Tapi Epidural, Fenthanyl, antibiotik dan Clinimix blom boleh dilepas.... Bahkan Dr Yoga menyarankan utk operasi....(Jum'at, seminggu sdh papa dirawat). Jadi bingung lagi..... maunya kalo sdh membaik pengen cepet pulang ke Jakarta dan melanjutkan pengobatan disana. Tapi ini kok malah disuruh operasi.... katanya utk membersihkan sisa2 cairan (enzim) dan dibedah utk diliat mana yg jd sumber penyebabnya...
Seharian Jum'at itu cari second opini kemana2... sibuk telpon kesana kemari... akhirnya kita putuskan pindah RS.
Sabtu siang, check out dr RS Kasih Ibu atas permintaan sendiri dan pindah ke RS Sanglah. RS Sanglah ini public hospital (kayak RSCM gitu) dimana banyak dokter yg udh Prof. mangkal disini. Kita pilih di Wing Internasionalnya utk tempat yg lbh nyaman.
Masih ditangani oleh Dr Agus Somia, karna beliau juga ada di RS ini, tapi juga dibantu oleh Prof. Wibawa SpPd KGEH (konsultan gastro entero hepatologi), Prof Dharmaputra yg spesialis bedah digestive jg banyak memberi masukan... dan satu lagi dokter spesialis Paru yg handle masalah paru2 papa karna papa mulai batuk2. Prof Dharmaputra juga menyarankan operasi... tapi sebaiknya di Jakarta karna peralatan lebih lengkap dan secara psikis lbh tenang kalo deket keluarga. Jadi di Sanglah akan dipulihkan sampai papa layak terbang ke Jkt. Kalo mau maksa pulang ke Jkt paling bisa ya pake air ambulance....mahal banget, kita musti deposit 10ribu US dollar ke Garuda :(
Di RS Sanglah, hampir tiap hari papa diambil darahnya utk cek macem2 spt albuminnya, leukosit, kadar oksigen dlm darah, amilase/lipase dll banyak banget itemnya :(
Disini papa juga di USG lagi, rontgen dan CT Scan.
Sehari di RS Sanglah, epidural sdh di up kemudian Fenthanyl juga di stop karna perut papa udah ga kerasa sakit/nyeri lagi...tinggal antibiotik dan infus yg msh lanjut.
Hari ke 10, kateter infus papa yg ke jantung juga udah dilepas... karna memang ga bisa lebih lama.
Infus dilanjutkan di tangan... huhuhu... tiap hari bisa pindah dr tangan kiri besok pindah ke tangan kanan soale bengkak terus karna pekatnya cairan infus.
Hasil lab papa masih ga bagus.... leukosit papa masih tinggi, papa juga suka demam dan mulai batuk2... tanda adanya infeksi. Duh...
Darah papa di kultur utk cari tau antibiotik apa yg paling tepat.
Papa sudah mulai belajar makan bubur sumsum. Beruntung kepala bagian Gizi di RS Sanglah ini adek kelasnya mbak Didit (my sista-yg praktisi Gizi). Bu Rina...... terima kasih ya atas extra service nya (soale ga cuma papa aja yg dpt perhatian extra....tp aku juga dapet ransum 3x sehari biar tetep sehat).
Di bandara Cengkareng, papa udh ditunggu ambulance dr RS Mitra Keluarga Kelapa Gading.
Tiba di RS MKKG langsung masuk IMC (intermediate care). Papa ditangani oleh Dr Widaryati SpPd KGEH dan Dr Pradnya Paramitha yg spesialis Paru. Ternyata amilase/lipase papa naik lagi.... papa di puasakan lagi selama beberapa hari, diobservasi lagi... Di infus lagi spt Clinimix (tp yg disini pake produk Jepang, yg jelas isinya asam amino ukuran 1 liter). Cuma boleh minum air dikit2. trus bertahap dpt air tajin 20cc, trus 50cc supaya jonjot ususnya jg tdk melemah. Hari ke 4, sdh boleh makan bubur sumsum dg porsi kecil. Disini papa di rontgen, di MRCP dan di endoskopi. Tiap hari cek darah. Hasilnya, masih terjadi peradangan di pankreas dan lambung.Makin hari kondisi papa mulai membaik, papa dipindah ke recovery room. Sudah boleh makan lagi, dari bubur sumsum ke bubur nasi dg lauk yg di blender... like baby food.
Hari ke 10 di RS MKKG, papa sdh boleh pulang... tapi musti bed rest lagi seminggu di rumah dan kontrol lagi. Berat papa turun 7 kilo selama papa sakit. Kontrol kemaren 10 Desember (tepat sebulan) kondisi papa semakin membaik. Dokter pesan supaya makannya dijaga. Sehari sekitar 1800-2000 kalori, makan yg lunak2 spt nasi tim, nasi tp yg lembek, ga boleh makan pedes2, asem2, santan, minyak, lemak... ga boleh juga kebanyakan karbohidrat atau kebanyakan protein juga.
Ya... Alhamdulillah, akhirnya papa bisa kembali lagi kumpul dengan kita semua...
Jadi apa yg menjadi penyebab papa sampai sakit spt ini ??? setelah di observasi adanya kemungkinan penyumbatan di saluran empedu atau kemungkinan adanya penyumbatan di muara bertemunya saluran empedu dg saluran pankreas yg tidak membuahkan hasil. Kesimpulannya cuma satu... ini jelas karna alkohol. Dokter Agus sangat cerdas mendeteksi hal ini sejak awal beliau menangani papa. Kalau Dr Widaryati masih mencari kemungkinan penyebab lainnya (walau akhirnya jg berkesimpulan yg sama setelah mendapat masukan riwayat hidup papa).
Yup... awalnya papa begini memang karna pekerjaan sampai akhirnya addict. Dan aku plus anak2 juga sudah sering mengingatkan (tp selalu diabaikan papa) sampai akhirnya tubuh papa sendiri yg memberi signal ketidakmampuannya.... Alhamdulillah, papa masih diberi kesempatan utk memperbaiki hidupnya... Banyak hikmah dr kejadian ini.... sekarang papa jadi tambah rajin sholatnya... makin dalam sujudnya (tiap tengah malam papa selalu tahajud, taubat... sampai datang fajar). Mama dan anak2 juga mendapat pembelajaran dari kejadian ini...bahwa tidak ada manusia yg sempurna... manusia selalu mempunyai kekurangan...tapi dengan niat yang baik utk berubah, InsyaAllah kekurangan itu akan menjadi kebaikan baginya....dan bagi siapapun yg mempelajarinya.... Penyesalan memang selalu datang belakangan.... tapi itu bukan akhir dr segalanya.... Dan Alhamdulillah... Allah masih memberikan kesempatan itu.....
Yaaah... semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapapun yg membutuhkannya... keep the faith to SAY NO to alcohol...
Sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kenapa itu diharamkan....
*we love u paaa....*